24 January 2026

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli
Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9

+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com

example.mail@hum.com

Tak Berkategori

Cara Submit Artikel ke Jurnal: Rahasia Lolos Publikasi Akademik Tanpa Drama

Banyak peneliti pemula langsung deg-degan ketika mendengar proses publikasi ilmiah karena membayangkan prosedurnya ribet, melelahkan, dan penuh istilah yang bikin kening berlipat. Padahal, jika memahami cara submit artikel ke jurnal secara runtut, semuanya terasa jauh lebih simpel daripada yang dibayangkan.

Penulis dan mahasiswa sering kali tersesat di tahap teknis, dari format penulisan sampai proses unggah di platform OJS, namun kenyataannya proses ini mengikuti alur yang jelas. Ketika tahu jalannya, publikasi bukan lagi momok, melainkan peluang menunjukkan gagasan dan membuka jalur karier akademik. Artikel ini bakal mengulas proses secara rinci, sehingga kamu tak hanya paham tahapannya, tetapi juga mengerti strategi lolos review tanpa harus menyembah reviewer.

Mengapa Memahami Cara Submit Artikel ke Jurnal Itu Penting

Peneliti yang sukses bukan hanya mereka yang memiliki ide brilian, tetapi mereka yang sanggup mengeksekusinya dalam bentuk publikasi ilmiah. Saat memahami mekanisme pengiriman naskah, kamu mendapatkan kontrol penuh terhadap kualitas tulisan sekaligus peluang dipertimbangkan oleh editor.

Prosesnya menjadi sangat relevan jika kamu sedang merencanakan studi lanjut, mengurus kenaikan jabatan fungsional, atau sekadar memastikan hasil risetmu tidak menguap begitu saja. Bahkan beberapa institusi pendidikan seperti prodi ppg sering menjadikan publikasi ilmiah sebagai salah satu prasyarat akademik, sehingga kamu perlu memahami alurnya sejak awal.

Persiapan Sebelum Melakukan Submit Agar Tidak Ditolak Editor

Menulis artikel tanpa mempelajari ketentuan jurnal ibarat menyerahkan lamaran kerja tanpa membaca persyaratan. Kamu mungkin punya konten bagus, tetapi jika tidak selaras dengan standar jurnal, editor bisa langsung menolaknya tanpa ampun. Hal pertama yang harus kamu pastikan adalah kecocokan topik penelitian dengan scope jurnal. Editor tidak hanya menilai tulisanmu dari segi akademik, tetapi juga relevansi tema dengan visi publikasi tersebut.

Setelah itu, kamu wajib menjamin struktur artikel sudah mengikuti format IMRAD, mulai dari pendahuluan, metode, hasil, hingga pembahasan. Penulis yang mengabaikan format sering menyulitkan reviewer, sehingga proses penilaian jadi lama. Pastikan referensi terbaru, karena jurnal bereputasi kurang menyukai kutipan usang. Ketika semua persiapan matang, proses submit tinggal mengikuti alur teknis platform saja.

Langkah Teknis Cara Submit Artikel ke Jurnal Melalui OJS

Proses pengunggahan artikel ke sistem OJS hanya terlihat rumit di awal, padahal sebenarnya sangat sistematis. Kamu memulai dengan registrasi akun sebagai author, lalu login untuk mengakses dashboard pengiriman artikel. Sistem akan memandu langkah demi langkah mulai dari metadata, upload berkas, hingga konfirmasi pengiriman.

Pastikan metadata seperti judul, abstrak, dan kata kunci sudah jelas karena bagian ini sering dibaca terlebih dahulu oleh editor. Artikel yang kamu unggah harus sudah sesuai template jurnal agar tidak memancing revisi tambahan. Setelah submit, kamu tinggal menunggu notifikasi editorial. Tahap inilah yang sering bikin penulis gelisah, tetapi jika naskahmu rapi dan topiknya relevan, proses review biasanya berjalan lancar.

Faktor yang Menentukan Artikelmu Diterima

Penilaian reviewer tidak berhenti pada kualitas metodologi. Mereka melihat konsistensi argumen, kedalaman analisis, kejelasan bahasa, dan kontribusi penelitianmu terhadap perkembangan ilmu. Artikel yang kuat selalu punya novelty, atau pembaruan gagasan yang tidak sekadar mengulang riset lama. Pembahasan harus menunjukkan keterkaitan antara temuan dan teori yang kamu gunakan, bukan sekadar memaparkan data mentah.

Editor juga menyukai tulisan yang mengalir, karena pembaca tidak mau tersesat dalam jargon akademik. Ketika tulisanmu enak dibaca, reviewer cenderung lebih positif dalam memberi penilaian. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat artikelmu naik status dari review menuju publishing. Kabar ini biasanya menjadi kabar paling menyenangkan bagi mahasiswa yang sedang menuntaskan studi, apalagi yang terdaftar di prodi ppg yang menuntut publikasi sebagai bukti kompetensi penelitian.

Tantangan Umum dalam Proses Submit dan Cara Mengatasinya

Banyak penulis menyerah bukan karena artikelnya buruk, tetapi karena gagal memahami komentar reviewer. Tentu komentar reviewer kadang terasa pedas, tetapi mayoritas sebenarnya membantu mempertajam argumenmu. Tantangan lainnya adalah kesalahan format, referensi tidak konsisten, dan plagiasi yang terdeteksi oleh Turnitin.

Kamu harus selalu menyimpan dokumen rapi agar revisi berjalan cepat. Ingat bahwa reviewer bukan musuh, mereka adalah penjaga kualitas pengetahuan. Ketika kamu belajar memahami sudut pandang mereka, kamu akan melihat proses ini sebagai peluang meningkatkan kualitas riset, bukan sekadar formalitas administrasi akademik.

1. Cara Menyusun Artikel Sesuai Standar Jurnal

Penulisan artikel ilmiah bukan sekadar merangkai kalimat. Kamu menyusun argumen melalui data, teori, dan analisis. Paragraf harus menyampaikan gagasan logis yang tersusun bertahap agar pembaca merasakan progres risetmu. Bahasa yang lugas memudahkan pembaca memahami nilai ilmiah tulisan tersebut. Artikel yang rapi membuat pengulas lebih cepat menangkap kontribusi penelitianmu.

2. Mengelola Referensi dengan Benar

Referensi sering menjadi penyebab penolakan meski kontenmu kuat. Kamu perlu konsisten menggunakan gaya sitasi yang ditentukan jurnal, baik APA, MLA, atau Chicago. Kesalahan kecil dalam sitasi memicu kecurigaan tentang kualitas risetmu. Jika kamu memastikan semua referensi relevan dan terkini, maka argumenmu terlihat solid dan tidak rapuh.

3. Memahami Sistem OJS Sebelum Upload

Sebelum mengirim artikel, kamu bisa menjelajahi tampilan OJS terlebih dahulu. Dengan memahami alurnya, kamu bisa mengurangi kesalahan teknis dalam proses submit. Pastikan file artikel tidak berantakan, karena sistem akan menolak dokumen dengan struktur format yang tidak sesuai. Kamu juga sebaiknya menyiapkan file tambahan seperti copyright form.

4. Menanggapi Komentar Reviewer dengan Elegan

Komentar reviewer bukan hukuman, melainkan panduan untuk memperbaiki tulisanmu. Kamu menanggapi poin demi poin agar mereka yakin kamu benar-benar memahami masukan tersebut. Hindari defensif karena nada emosional akan berbalik merugikan posisimu. Kamu fokus pada revisi, bukan ego.

5. Melacak Status Artikel Hingga Diterbitkan

Status artikel dalam OJS memungkinkan kamu mengetahui tahapan publikasi secara real time. Kamu bisa memeriksa apakah artikel sudah masuk review, revisi, atau siap terbit. Saat kamu aktif memantau prosesnya, kamu dapat menyiapkan langkah lanjutan termasuk publikasi lanjutan atau pengembangan riset untuk kebutuhan akademik di lingkungan prodi ppg.

Kesimpulan

Jika kamu memahami cara submit artikel ke jurnal dengan benar, proses publikasi berubah dari beban menjadi peluang. Penulis yang tahu alur, menyiapkan artikel berkualitas, dan menanggapi reviewer secara profesional memiliki peluang besar lolos publikasi. Publikasi ilmiah bukan sekadar dokumen, melainkan bukti kontribusi pengetahuan yang layak dirayakan.

Rasa bangga itu hadir ketika karya ilmiahmu terbit, dibaca orang lain, dan mungkin menjadi rujukan di kelas, laboratorium, atau kajian ilmiah dalam program seperti prodi ppg yang mensyaratkan kemampuan publikasi sebagai standar akademik.


FAQ

Apa itu submit artikel ke jurnal?
Submit artikel ke jurnal adalah proses mengirimkan karya ilmiah ke platform publikasi resmi seperti OJS. Tujuannya agar artikel dievaluasi oleh editor dan reviewer sebelum dipublikasikan. Penulis harus mengikuti ketentuan format dan topik jurnal agar naskah diterima.

Berapa lama proses review artikel di jurnal?
Durasi proses review tergantung kebijakan jurnal, biasanya antara satu hingga enam bulan. Editor menilai kelayakan topik sebelum mengirim ke reviewer yang akan memberikan masukan. Artikel yang responsif terhadap revisi biasanya lebih cepat lolos publikasi.

Apa yang menyebabkan artikel ditolak jurnal?
Artikel ditolak karena tidak sesuai scope jurnal, novelty rendah, format amburadul, atau memiliki unsur plagiasi. Reviewer menilai kontribusi riset sebagai faktor utama kelayakan publikasi. Jika argumen kurang kuat, tulisanmu berisiko ditolak meski ide awalnya menarik.

About Author

admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *